Malam ini bayangmu masih tergambar jelas dipikiranku. Sebuah senyum yang indah terlukis diwajahmu. Seperti ingin memilikimu. Keegoisanku pun datang tanpa sengaja lalu menggoreskan luka sebagai peringatan. Bagaimana lagi aku harus menggambarkan kecerianku ini. Dalam mobil yang kau kemudi, ku lirik sesekali dari balik jok mu. Seperti seorang anak kecil yang ingin diberi es, penuh semangat kemenangan. Namun lamunanku untuk memilikimu terbuyarkan ketika seorang teman menanyakan kelanjutan hubungan dia yang ku incar dengan gadis yang memilikinya. Seperti sebuah mimpi yang ku harap aku takkan terbangun. Anganku hilang. Dalam sadar aku mulai mengakui bahwa menyukai seseorang bukan berarti kita harus memilikinya karena mungkin saja dia sudah ada yang memiliki atau mungkin saja dia bukan yang terbaik untuk kita. Berharap pun boleh saja asal kita dapat mengendalikan emosi dalam pikiran dan tindakan.
Tak harus memiliki, memandangmu dari kejauhan maupun dari jarak yang sangat dekat sudah membuatku tersipu seakan kau menyapaku dengan lembut. Angan selalu ada, angan takbisa disalahkan. Sama hal nya dengan cinta yang tumbuh seiring waktu, takbisa disalahkan.
- WN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar